top of page

Sekolah Adalah Tempat Membentuk Karakter Manusia,Tidak Sekadar Mengejar Angka

  • 3 days ago
  • 3 min read
by : Ms Lita
by : Ms Lita

“Nilai 100 yang diperoleh anak mungkin akan membanggakan orang tua saat itu saja dan mudah untuk dilupakan tetapi anak yang berperilaku sopan, hormat, berempati dan beretika akan selalu dikenang selamanya”


Hingga saat ini kebanyakan orang tua mempercayakan anak ke sekolah dengan tujuan agar anak pandai dalam berbagai ilmu pengetahuan dan akhirnya para orang tua sibuk mengejar nilai anaknya, para orang tua bangga jika anaknya memperoleh nilai sempurna untuk semua mata pelajaran akan tetapi orang tua lupa bahwa sejatinya sekolah bukan hanya tentang nilai tapi juga tempat untuk membangun karakter anak. Orang tua bangga jika anaknya pandai, mendapat nilai A untuk semua mata pelajaran di sekolah, orang tua bangga jika anaknya mendapat peringkat 1 di sekolah. Nilai A yang diperoleh anak saat ini bisa saja terlupakan 10 tahun mendatang, tapi anak yang beretika, berempati dan berperilaku sopan akan dikenang selamanya oleh banyak orang. Tapi ternyata banyak dari kita yang lupa bahwa sejatinya Sekolah Adalah Tempat Membentuk Karakter Manusia, Tidak Sekadar Mengejar Angka.

Sayangnya masih banyak dari kita yang salah fokus. Rapor jadi tujuan utama sementara akhlak, empati dan tanggung jawab anak sering terabaikan. Terbayang di angan kita bagaimana saat lisan dan perilaku anak menjadi benar dan guru menjadi tumpuan kesalahan. Kita juga perlu ingat bahwa nilai A bisa dilupakan, tapi bagaimana sikap hormat dan sopan yang ditunjukkan anak pada orang tua dan guru, itulah yang akan dibawa seumur hidupnya. Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia, telah mengingatkan kita semua melalui tulisannya yang berbunyi :

“Pendidikan itu menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya”, yang artinya, tujuan sekolah jauh lebih dalam dari sekedar angka 90 atau peringkat 1. Sekolah seharusnya menuntun anak manusia seutuhnya, yang selamat dan bahagia hidupnya, bukan hanya pandai diatas kertas.

Untuk membentuk manusia seutuhnya maka diharapkan tidak ada lagi sekolah  yang terjebak jadi “pabrik nilai”. Anak diminta untuk menghafal rumus serta hafalan lain yang terdapat dalam semua buku pelajaran tetapi lupa untuk mengajarkan cara berpikir, cara bersikap jujur, cara bertanggung jawab, berempati serta bersikap sopan terhadap orang-orang disekitarnya. Hasilnya? Anak lulus dalam ujian dengan nilai yang memuaskan orang tua, tapi bingung jika dihadapkan pada persoalan hidup. Albert Einstein pernah bilang “Education is not the learning of facts but the training of the mind to think”. Yang artinya kurang lebih pendidikan bukan sekadar mempelajari fakta, informasi,data tapi melatih pikiran untuk berpikir. Apabila sekolah hanya menjadi tempat mengejar nilai, maka sekolah bukan lagi sebagai tempat membentuk manusia. Tapi sekolah sedang mencetak robot yang bagus saat ujian, tapi rapuh saat dihadapkan pada masalah hidup. Kondisi ini semakin runyam ketika orang tua justru bersikap masa bodoh dengan sikap anaknya. Anak dibawa ke sekolah untuk dididik tapi saat dirumah anak dibiarkan, dilepas tanpa arahan pendidikan yang jelas dari orang tua. Orang tua dan guru harus bekerjasama menjadi team yang solid dengan paradigma yang sama.

Jika ada pertanyaan, lalu apa yang harus dilakukan oleh sekolah? Maka jawabannya akan balik pada makna “kerjasama” itu sendiri. Disekolah, anak belajar tentang disiplin dan ilmu pengetahuan, dirumah anak belajar tentang adab dan tanggung jawab. Disini peran guru adalah sebagai penuntun dan orang tua menjadi teladan. Jangan sampai di sekolah anak diajarkan tentang tertib dalam mengantri, tetapi sebaliknya di rumah, anak diajarkan  “yang penting menang”. Mengutip tulisan Nelson Mandela tentang “Education is the most powerful weapon which you can use to change the world” yang artinya adalah “Pendidikan adalah senjata paling ampuh yang bisa kamu gunakan untuk mengubah dunia”. Senjata ini tidak akan tajam jika hanya diasah di sekolah saja, tapi senjata ini juga harus diasah bersamaan di rumah. Jika orang tua dan guru kompak maka akan menghasilkan anak yang bukan hanya pandai dalam ilmu pengetahuan tapi juga selamat dunia dan akhirat.

Jadi untuk menghasilkan anak yang berkualitas dalam ilmu pengetahun dan berkualitas dalam beretika maka harus ada kerjasama yang kompak antara orang tua di rumah dan guru di sekolah. Ini merupakan pekerjaan rumah bersama. Anak adalah kepercayaan dari Tuhan untuk kita semua, anak bukan titipan negara, anak juga bukan titipan guru. Anak adalah titipan yang harus kita jaga bersama. Jika anak anak kita jaga bersama maka lulusannya bukan hanya pandai tapi juga beradab. Punya ilmu tapi tidak sombong. Punya nilai tapi tidak lupa pada Sang Pencipta. Karena pada akhirnya, dunia berubah bukan karena anak dapat peringkat 1. Tapi karena anak itu tumbuh menjadi manusia yang membuat dunia di sekitarnya menjadi bermakna dan bermanfaat.

Referensi : Dewantara, K. H. (2013). Bagian Pertama: Pendidikan. Yogyakarta: Majelis Luhur Persatuan Tamansiswa.

Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2022). Panduan Pengembangan Profil Pelajar Pancasila. Jakarta: Kemendikbud Ristek.

Mulyasa, E. (2021). Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.

Lickona, T. (2013). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. New York: Bantam Books.

Mandela, N. (1990) Speech at Madison Park High School, Boston, 23 Juni 1990.

Einstein, A. (1952), Ideas and Opinions New York: Crown Publishers



 
 
 

1 Comment


Aaron West
Aaron West
8 hours ago

The part about parents being proud of an A but forgetting good manners really hit home for me. I’ve seen too many kids who can ace tests but can’t say thank you. Meowdoku helped me think about this differently, like how character lasts way longer than any report card.

Like
Featured Posts
Check back soon
Once posts are published, you’ll see them here.
Recent Posts
Archive
Search By Tags
Follow Us
  • Facebook Basic Square
  • Twitter Basic Square
  • Google+ Basic Square

Bukit Sunrise School

Perumahan Kencana Resort I / 88 

Ungasan – Jimbaran, Bali

+62 361 8953228

+62 811 3982662

Contact Us

Bukit Sunrise School. 2017.

All Right Reserved

  • wa logo
  • Facebook - Black Circle
  • Instagram - Black Circle
  • YouTube - Black Circle
bottom of page